Story Telling Sangkuriang (Teks Untuk Perlombaan)

9/27/2017

Salah satu legenda yang terkenal di tanah Pasundan dan bahkan Indonesia adalah legenda tentang Sangkuriang. Pada umumnya, yang kita tahu cerita ini merupakan legenda tentang gunung Tangkubang Perahu.

Namun, legenda ini sejatinya berkisah tentang terciptanya gunung Burangrang, gunung Bukit Tunggul, gunung Tangkuban Perahu, dan juga danau Bandung.

Naskah kuno mengenai legenda Sangkuriang ini berasal dari sastra lisan masyarakat Sunda yang ditulis seorang tokoh mahsyur bernama Bujangga Manik pada periode akhir abad ke15 dan awal abad ke-16.

(Baca juga : Cerita Rakyat Bahasa Inggris dan Artinya - Putri Lelaki Buta )

Oleh karena itu, kali ini admin akan menceritakan ringkasan kisah mengenai legenda Sangkuriang dalam bahasa Inggris agar bisa dipakai untuk perlombaan story telling dengan judul Story Telling Sangkuriang.

Jika ada isi story telling yang tidak sesuai dengan kisah aslinya, mohon untuk mengoreksi kekeliruan admin.

Terima kasih dan selamat membaca…

story telling sangkuriang


Story Telling Sangkuriang


Once upon a time, there was a god and goddess in the heaven who made a mistake that made the almighty Sang Hyang Tunggal cursed them as animal and put them on the earth. The goddess was changed into a female wild boar called Wayung Hyang while the god was changed into a dog called Tumang.

One day, there was a king called the king Sungging who was hunting. Then, in the middle of the forest, the king took a pee and the urine was poured into the coconut shell. Then, that wild boar accidentally drank the urine. Soon, she bore a beautiful baby magically.

(Baca juga : Cerita Rakyat Bahasa Inggris Danau Toba dan Artinya )

The baby then was found by the king, and he decided to take her to the kingdom of his daughter. He gave her beautiful children name as Dayang Sumbi, alias Rarasati. She grew as a very beautiful woman that made so many kings and princess proposed her. However, no one could get her love.

Dayang Sumbi decided to live alone in the jungle and she was accompanied by Tumang the dog. One day, when she was creating a textile, her tool fell down. She felt so lazy to take it and once she swore something.

She promised that she would give a reward for whatever or whoever that took the tool for her. If it is male, she would marry him. Then, if it is female, she would claim her as a sister. Surprisingly, Tumang found and took it to her.

As she promised, she finally married Tumang. Dayang Sumbi did not know that Tumang was once a God. When the night came, Tumang changed into the God then Dayang Sumbi dreamt that she had an intercourse with a handsome man.

A few months later, Dayang Sumbi got her pregnancy and then bore a handsome boy named Sangkuriang.

One day, Dayang Sumbi wanted to eat deer’s heart. Therefore she asked Sangkuriang who was accompanied by Tumang to hunt deer. Unfortunately, there were no deer after long time hunting till finally, Sangkuriang saw a big fat female wild boar.

Then, Sangkuriang commanded Tumang to chase it. But Tumang refused it because he knew that it was Wayung Hyang. Sangkuriang got mad realizing that Tumang did not follow his command. Thus, he tried to make Tumang scary by pointing his arrow.

Unfortunately, the bow was released and Tumang died. Sangkuriang was so afraid that made him decided to take its heart because he got nothing during his hunting. The heart then was given to his Mom.

Dayang Sumbi did not realize at first when she was eating it. But, sooner after she ate the heart, she realized that it was Tumang’s heart. Dayang Sumbi got mad and hit Sangkuriang’s head with a spoon made from coconut shell.

The spoon left the scar on his head and Sangkuriang felt so afraid that made him decided to leave his Mom. It was regret for his Mom that made her praying to Sang Hyang Tunggal. Then, she just did some meditations by only eating raw vegetables and plants.

Meanwhile, on the other side, Sangkuriang traveled and studied with powerful gurus that made him became so strong and powerful. He had been traveled so long until he finally met his mother again.

It had been so long that made them did not realize each other. Besides, Dayang Sumbi stayed young and beautiful because of her meditations. Thus, it made Sangkuriang fell in love with his own mother.

One day, when Dayang Sumbi was combing his hair, she found a scar. Then, she asked it to Sangkuriang. He told her that his Mom hit him when he was a boy. Dayang Sumbi was so shocked realizing that he was her son.

She then told Sangkuriang that they were actually mom and son. Sangkuriang refused it and said that he completely loved Dayang Sumbi and wanted to marry her. It was hard for Dayang Sumbi.

In order to make her son failed to marry her, she asked some hard things to do. She asked Sangkuriang to create a boat and a lake by holding the Citarum Rivers only in one night. Sangkuriang agreed and by his superpower, he started to do that.

Sangkuriang asked some bits of help from mystical creatures in order to finish the job. The job was almost done and it made Dayang Sumbi became so afraid. Then, she prayed to Sang Hyang Tunggal and decided to use a large white textile to stop him.

She went to the east and stretched the white textile. Magically, the textile shone and looked like a dawn in the morning. By seeing that, the mystical creatures became so afraid because they think that it was morning.

They started to disappear, leaving the unfinished jobs. Sangkuriang who realized that became so mad and chased his mom. He completely wanted to marry his mom. Realizing that her son completely lost his mind, Dayang Sumbi prayed to Sang Hyang Tunggal again to save her.

Soon, the unfinished boat was kicked and became the Tangkuban Perahu Mountain. Then, Dayang Sumbi was changed into Jaksi flower meanwhile Sangkuriang disappeared after reaching the place called Ujung Berung.



Terjemahan Story Telling Sangkuriang


Pada zaman dahulu kala, ada sepasang dewa dan dewi di kahyangan yang membuat kesalahan sehingga membuat yang maha suci Sang Hyang Tunggal mengutuk mereka menjadi binatang dan menaruh mereka di bumi. Sang dewi berubah menjadi seekor babi hutan betina yang bernama Wayung Hyang sementara sang dewa berubah menjadi seekor anjing yang bernama Tumang.

Suatu hari, ada seorang Raja bernama Raja Sungging yang sedang berburu. Kemudian di tengah hutan, sang Raja buang air kecil dan cairan urinenya tertampung di batok kelapa. Lalu, babi hutan tersebut tidak sengaja meminum urine tersebut. Kemudian, secara ajaib dia melahirkan seorang bayi yang cantik.

Bayi tersebut kemudian ditemukan oleh sang Rja, dan dia memutuskan untuk membawanya ke kerajaan sebagai putrinya. Dia memberikan nama putrid cantiknya sebagai Dayang Sumbi, alias Rarasati. Anak tersebut tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik sehingga membuat banyak Raja dan Pangeran melamarnya. Namun bagaimanapun juga, tidak ada satupun yang mampu mendapatkan cintanya.

Dayang Sumbi memutuskan untuk hidup sendiri di hutan dan dia ditemani oleh Tumang si anjing. Suatu hari, saat dia sedang menenun kain, alat penenunnya jatuh ke bawah. Dia merasa begitu malas untuk mengambilnya dan lalu sempat bersumpah.

Dia berjanji bahwa, dia akan memberikan hadiah bagi siapapun atau apapun yang mengambikan alat tersebut untuknya. Jika itu lelaki, maka dia akan menikahinya. Lalu, jika itu perempuan, dia akan mengangkatnya sebagai saudara. Secara mengejutkan, Tumang menemukan dan mengambilkan alat tersebut untuknya.

Sebagai janjinya, dia akhirnya menikahi Tumang. Dayang Sumbi tidak tahu bahwa Tumang dulunya adalah seorang dewa. Saat malam tiba, Tumang berubah menjadi dewa dan Dayang Sumbi bermimpi bahwa dia berhubungan badan dengan seorang lelaki tampan.

Beberapa bulan kemudian, Dayang Sumbi hamil dan kemudian melahirkan seorang anak lelaki tampan bernama Sangkuriang.

Suatu hari, Dayang Sumbi ingin makan hati rusa. Karena itu dia meminta Sangkuriang yang ditemani Tumang untuk berburu rusa. Sayangnya, tidak ada satupun rusa setelah begitu lama berburu hingga akhirnya Sangkuriang melihat babi hutan betina yang gemuk.

Lalu, Sangkuriang memerintahkan Tumang untuk mengejarnya. Namun Tumang menolaknya karena dia tahu kalau itu adalah Wayung Hyang. Sangkuriang menjadi marah karena menyadari bahwa Tumang tidak mematuhi perintahnya. Karena itu, dia mencoba menakuti Tumang dengan mengarahkan panahnya.

Sayang sekali, anak panah terlepas dan Tumang pun mati. Sangkuriang ketakutan yang membuatnya memutuskan untuk mengambil hatinya karena dia tidak mendapat apapun selama perburuannya. Lalu hati tersebut pun diberikan kepada Ibunya.

Dayang Sumbi tidak menyadari awalnya saat dia memakannya. Namun, kemudian setelah dia memakan hati tersebut, dia menyadari bahwa itu hatinya Tumang. Dayang Sumbi pun marah dan memukul kepala Sangkuriang dengan sendok yang terbuat dari batok kelapa.

Sendok tersebut meninggalkan bekas luka dan Sangkuriang ketakutan yang membuatnya memutuskan untuk meninggalkan ibunya. Hal ini adalah penyesalan bagi Ibunya yang membuatnya berdoa kepada Sang Hyang Tunggal. Kemudian, dia melakukan beberapa pertapaan dengan hanya memakan sayuran dan tumbuhan mentah.

Sementara itu, di sisi lainnya, Sangkuriang mengembara dan berguru kepada guru-guru sakti yang membuatnya sangat kuat dan sakti. Dia telah mengembara sangat jauh hingga akhirnya dia bertemu dengan Ibunya lagi.

Ini sudah begitu lama yang membuat mereka saling tidak mengenali satu sama lain. Di samping itu, Dayang Sumbi awet muda dan cantik karena pertapaannya. Hal ini membuat Sangkuriang jatuh cinta dengan Ibunya sendiri.

Suatu hari, saat Dayang Sumbi sedang menyisiri rambutnya, dia menemukan sebuah bekas luka. Kemudian, dia menanyakan hal itu kepada Sangkuriang. Sangkuriang pun bercerita bahwa Ibunya dulu memukulnya saat dia masih anak-anakHe. Dayang Sumbi pun terkejut menyadari bahwa Sangkuriang adalah anaknya.

Lalu dia bilang kepada Sangkuriang bahwa mereka sebenarnya adalah Ibu dan anak. Sangkuriang menolaknya dan bilang bahwa dia benar-benar mencintai Dayang Sumbi dan ingin menikahinya. Hal itu begitu sulit bagi Dayang Sumbi.

Dalam rangka menggagalkan pernikahan mereka, dia meminta beberapa hal yang sulit dilakukan. Dia meminta Sangkuriang untuk membuat sebuah perahu dan danau dengan cara membendung sungai Citarum hanya dalam waktu satu malam. Sangkuriang pun menyetujuinya dan dengan kekuatan saktinya, dia memulainya.

Sangkuriang meminta bantuan kepada beberapa makhluk halus untuk menyelesaikannya. Pekerjaan tersebut hampir selesai dilakukan dan ini membuat Dayang Sumbi menjadi begitu ketakutan. Lalu, dia pun berdoa kepada Sang Hyang Tunggal dan memutuskan untuk menggunakan sebuah kain putih lebar untuk menghentikan Sangkuriang.

Dia pergi ke timur dan menarik kain putih tersebut. Secara ajaib, kain tersebut bersinar dan terlihat seperti fajar di pagi hari. Melihat hal tersebut, para makhluk halus tersebut menjadi ketakutan karena pikir hari sudah pagi.

Mereka pun mulai menghilang, meninggalkan pekerjaan yang belum selesai. Sangkuriang yang menyadarinya menjadi marah dan mengejar Ibunya. Dia benar-benar ingin menikahi Ibunya. Menyadari bahwa anaknya benar-benar kehilangan akal sehat, Dayang Sumbi berdoa kepada Sang Hyang Tunggal lagi untuk menyelamatkannya.

Akhirnya, perahu yang belum selesai itu tertendang dan menjadi gunung Tangkuban Perahu. Dayang Sumbi pun berubah menjadi bunga Jaksi sementara Sangkuriang menghilang setelah disappeared mencapai sebuah tempat bernama Ujung Berung.



Baiklah, sekian dari admin untuk artikel hari ini mengenai Story Telling Sangkuriang.

Silahkan ajak teman-teman yang kesulitan dalam memahami pelajaran bahasa Inggris untuk mengikuti terus materi-materi yang akan admin bahas di postingan selanjutnya. Terima kasih.

Oh iya, sebagai catatan, mohon untuk cantumkan link aktif menuju ke artikel atau blog www.englishcounter.id. apabila postingan yang diterbitkan ini digunakan sebagai rujukan.

Hal yang sama juga berlaku untuk materi lainnya pada blog ini. Admin akan sangat mengapresiasi hal tersebut.

Selain itu, admin juga berpesan jangan asal copy paste tanpa mencantumkan link aktif karena tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai plagiarisme.

Terima kasih.

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Disqus
Tambahkan komentar Anda